Friday, 06 November 2009 22:25

 

 
Wednesday, 04 November 2009 19:17

Pemadaman Listrik, Perjalanan KA Commuter Terganggu

Sehubungan dengan terjadinya defisit daya dari sistem jaringan Jawa dan Bali, oeh karena itu, kemungkinan terjadi pemadaman mendadak termasuk gardu peyuplai listrik aliran atas yang terletak di Stasiun Kranji.

Hal ini dilakukan oleh PT PLN (Persero) berdasarkan surat edaran Nomor FACS/UPJPBKS/2009 dari PT PLN (Persero) UPJ Prima Bekasi. Dengan adanya pemadaman yang akan dilakukan pada hari Kamis (5/11) pukul 08.00 sampai dengan 12.00 WIB tersebut, akan berakibat terganggunya perjalanan KA Commuter.

Dengan adanya perihal tersebut, PT KAI Commuter Jabodetabek memohon maaf kepada seluruh pelanggan setia Commuter atas terganggunya perjalanan KA Commuter.

 
Monday, 26 October 2009 15:21

PT KAI Commuter Jabodetabek Mohon Maaf :
Selama 1 bulan KA Commuter Mengalami Kelambatan  antara 15 – 20 menit

Pada hari Sabtu, 24 Oktober 2009 pukul 13.05 HSCB (High Speed Circuit Breaker)   gardu aliran atas yang terletak di St UI (Universitas Indonesia) terbakar.  Akibatnya, untuk dapat melayani perjalanan KA Comuter di lintas Pasar Minggu – UI – Depok, listrik aliran atas untuk sumber tenaga KA Commuter Jabodetabek disuplai dari gardu listrik aliran atas Tanjungbarat dan Depok. 

Sehubungan dengan terbakarnya HSCB  di gardu tersebut manajemen PT KA Daop 1 Jakarta dan PT KAI Commuter Jabodetabek menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan setia KA Commuter.  Pengaruh yang akan dirasakan oleh penumpang sebagai akibat terbakarnya gardu listrik aliran atas tersebut adalah selama kurang lebih 1 sampai 1,5 bulan ke depan perjalanan KA Comuter baik yang dari Jakarta menuju Bogor atau sebaliknya dari Bogor menuju Jakarta akan mengalami kelambatan yang cukup signifikan (kurang lebih 15 sampai 20 menit). 

Kelambatan perjalanan tersebut terjadi karena untuk petak jalan Pasarminggu - UI   hanya dapat dilalui oleh maksimum 3 (tiga) perjalanan KA secara bersamaan.  Selama ini pada petak jalan tersebut dapat diberangkatkan/dilalui hingga 6 (enam) perjalanan KA dalam waktu hampir bersamaan.  Dengan demikian, tentunya beberapa KA lainnya terpaksa harus menunggu antrian. 

Menurut Makmur Syaheran, corporate secretary PT KAI Commuter Jabodetabek, pengaturan per petak ini terpaksa dilakukan untuk menyesuaikan kemampuan suplai gardu listrik aliran atas di Stasiun Tanjungbarat dan St. Depok.   Bila tidak diatur demikian, HSCB di gardu Tanjungbarat dan Depok akan sering “anjlog” atau “ngetrip” yang juga berpotensi menyebabkan terbakar.   

 “Kami berusaha agar gardu listrik yang terbakar tersebut bisa diperbaiki  secepatnya sehingga pengaturan perjalanan KA per petak jalan ini bisa segera diakhiri dan KA bisa berjalan normal kembali,” kata Makmur Syaheran.  

 Makmur menambahkan dalam memperbaiki HSCB ini PT KAI Commuter Jabodetabek bekerja sama dengan PT KA Daop 1 Jakarta.  Mereka akan berusaha keras dalam mempercepat perbaikan HSCB dan mengatur perjalanan KA sehingga perjalanan KA bisa segera kembali normal dan penumpang dapat diangkut sesuai jadwal.

 “Sekali lagi atas nama manajemen PT KAI Commuter Jabodetabek, kami mohon maaf,” tambah Makmur Syaheran.  (C-Care)

 

 
Sunday, 18 October 2009 19:44

Membangun Disiplin Awak KA

 Dalam rangka meningkatkan kinerja para awak Kereta Api (KA), PT Kereta Api (Persero) bekerjasama dengan Polda Metro Jaya melakukan pembinaan terhadap awaknya (PPKA, masinis, kondektur dan PK/OC).  Kegiatan ini dilaksanakan guna membangun disiplin para awak KA sehingga keselamatan para pelanggan kereta api lebih terjamin.  Pembinaan ini berlangsung di Balai Diklat Bekasi, Kamis (15/10).  

Acara ini dibuka oleh Direktur Utama PT Kereta Api (Persero) Ignasisus Jonan. Dalam sambutannya Jonan mengatakan, “Keselamatan adalah prioritas, untuk itu seluruh awak KA hendaknya disiplin dalam menjalankan setiap tugas yang diembannya,” katanya.

“Contohnya, KA Commuter yang setiap hari membawa 1,5 juta penumpang dari satu titik ke titik lain. Itu bukan perkara gampang, oleh karena itu keselamatan sangatlah penting,” sambungnya lagi.

Dalam kesempatan ini, hadir pula Direktur Utama PT KAI Commuter Jabodetabek, Bambang Wibiyanto. Dalam sambutannya Bambang mengatakan bahwa disiplin merupakan faktor yang vital yang harus dimiliki oleh setiap individu awak KA karena sangat menunjang dalam mengendalikan mesin atau alat yang dioperasikannya.  “Bila disiplin kerja dipatuhi, hal-hal yang tidak diinginkan tidak akan terjadi,” katanya.

Direktur Operasi PT KAI Commuter Jabodetabek, Hendri Anom yang juga hadir pada kesempatan itu, memaparkan visi PT KAI Commuter Jabodetabek.   Kata Hendri Anom, “Visi dari PT KAI Commuter Jabodetabek adalah menyelenggarakan jasa angkutan KA Commuter yang mengutamakan keselamatan, pelayanan, kenyamanan dan ketepatan waktu serta berwawasan lingkungan”. 

Hendri Anom menambahkan, “Kesejahteraan karyawan diperoleh dari hasil pendapatan. Untuk itu, jangan menaikkan lagi penumpang di kabin, tidak ada lagi arisan,  katanya.

Terkait dengan kesejahteraan, Ignasius Jonan juga menambahkan, “Setiap ada kecurangan dari kondektur itu adalah mencuri hak dari pegawai yang lain, sehingga pendapatan menurun dan kesejahteraan tidak ada.  Jadi, mohon sebagai unjung tombak agar awak KA menjalankan tugas dengan baik, disiplin, jujur dan bekerja sebaik mungkin sehingga kita dapat maju bersama dengan mengutamakan keselamatan bersama.  Dengan begitu kesejateraan akan dirasakan,” jelasnya.

Dalam acara pembinaan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 21.00 WIB ini, pihak Polda Metro Jaya memberikan materi tentang keselamatan lalu lintas yang berkaitan dengan perjalanan KA. Selain itu, para awak KA (PPKA, masinis, kondektur dan PK/OC) mendapatkan banyak pembekalan.  Kegiatan pembekalan yang diberikan Polda bentuknya berupa diskusi dan pemecahan masalah. Diharapkan, serangkaian pembekalan dan psikologi test ini dapat menunjang pekerjaan awak KA dalam melayani pelanggan setia KA Commuter.  (C-Care)

 

 
Start Prev 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Next End

Page 25 of 33